Iklan Billboard 970x250

Tim Prabowo: Indonesia Negara Majemuk, Tak Perlu Uji Baca Quran

Iklan 728x90

Tim Prabowo: Indonesia Negara Majemuk, Tak Perlu Uji Baca Quran



Menyikapi tantangan Ikatan Da’i Aceh (IDA) tentang uji baca Quran untuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, anggota Direktorat Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean, mengaku tak perlu diadakannya tes uji baca Alquran.

Menurut Ferdinand pemilihan umum bertujuan untuk mencari pemimpin yang memimpin kemajemukan, yang dapat membawa Indonesia sejahtera. Bukan mencari pemimpin yang mampu baca Quran, yang mampu shalat, dan sebagainya.

“Untuk bangsa ini yang besar, hal-hal itu (tes membaca Alquran) tidak perlu dilakukan karena kita mencari pemimpin yang memimpin kemajemukan, yang dapat membawa Indonesia sejahtera ekonominya, rakyatnya adil dan makmur,” jelas Ferdinand yang merupakan politikus Partai Demokrat, kepada Kumparan, Sabtu malam (29/12/2018).

Walau menolak, Ferdinand menghargai usulan dari Ikatan Dai Aceh ini. Menurutnya, Aceh memang memiliki keistimewaan dalam menjalankan roda pemerintahan dengan syariat Islam. Namun, kata Ferdinand, hal ini tak perlu dilakukan di tingkat nasional.

“Kami memahami betul Aceh yang memiliki keistimewaannya bahkan bisa menjalankan pemerintahannya secara syariat. Tetapi ini kan pemilihan presiden RI yang majemuk sehingga kita tidak bisa melakukan uji-uji yang sifatnya seperti itu,” ungkapnya.

Ferdinand mengatakan, usulan tes membaca Alquran malah dapat menggiring kecemburuan sosial bagi pemeluk agama lain. ” Bahwa orang Hindu harus bisa baca Weda, Budha harus bisa baca Tripitaka, Kristen harus bisa baca Alkitab. Ini kan jadi tidak baik demokrasi kita,” pungkasnya.

baca sumbernya
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Iklan Tengah Post